You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Rendeng
Rendeng

Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah

SELAMAT DATANG DI WEBSITE DESA RENDENG KECAMATAN SALE KABUPATEN REMBANG TAHUN 2026 Website Desa : rendeng-rembang.desa.id - Email Desa : [email protected] - No Hp/WA : 082242196040 RENDENG HEBAT TIDAK ADA KESUKSESAN TANPA KERJA KERAS, TIDAK ADA KEBERHASILAN TANPA KEBERSAMAAN, TIDAK ADA KEMUDAHAN TANPA DOA. TAHUN 2026 DESA RENDENG BISA JADI DESA BERPRESTASI.

Sejarah Desa Rendeng

saiful mualim 12 Juli 2024 Dibaca 1.265 Kali
Sejarah Desa Rendeng

Sejarah Desa Rendeng

Sejarah terbentuknya Desa Rendeng pada awalnya merupakan komunitas pemukiman penduduk dengan jumlah jiwa yang masih sedikit, tersebar di tepi atau di dalam kawasan hutan yang pada waktu itu yang dikelola oleh perusahaan kehutanan pemerintah Hindia belanda. Mata pencaharian penduduk disamping bercocok tanam juga petani di kawasan hutan sebagai kebutuhan sehari hari, serta bekerja sebagai buruh tanam, pemeliharaan dan tebang kayu kehutanan.

Dulu desa Rendeng terbagi 2 wilayah yaitu sebelah selatan jalan dinamakan desa Ngemplak sedangkan di sebelah utara dinamakan Desa Rendeng dengan pesatnya perkembangan penduduk maka tokoh adat dan tokoh masyarakat sepakat untuk digabungkan menjadi Desa Rendeng.

Desa Rendeng mempunyai satu dukuhan yang bernama Dukuh Jurangbanteng. Zaman dahulu ada seorang warga bernama mbah Denok melihat seekor banteng dan mengejarnya sampai banteng tersebut masuk ke jurang, dan banteng tersebut mati di jurang.

Ada seorang warga yang tinggal di wilayah tersebut ahirnya wilayah tersebut dinamakan dukuh Jurangbanteng, dukuhan Jurangbanteng ahirnya menggabung dengan desa Rendeng Kecamatan Pamotan.

Karena kecamatan Sale Zaman Dahulu kekurangan pendapatan Pajak ahirnya diminta bergabung dengan Kecamatan Sale Sampai sekarang. Karena sangat di pengaruhi oleh sejarah kehutanan maka Desa rendeng yang kita lihat seperti sekarang ini mempunyai spesifik sebagai berikut:

  1. Berkembang menjadi Desa dengan pipologi desa lingkungan Hutan
  2. Interaksi yang sangat kuat antara masyarakat dengan sumber daya kehutanan
  3. Kepemilikan lahan pertanian tanaman pangan 0,7 pada tahun 2019 per rumah tangga petani.
  4. Kawasan hutan yang luasnya ± 52 % dari luas wilayah Desa Rendeng sebesar 271.975 Ha

Sebagi penjelasan Huruf C ( lahan pertanian yang sempit ) dan Huruf d ( kawasan Hutan yang luas) di atas, sebagai akibat kebijakan tata guna lahan yang berpijak pada penguasa Hindia -Belanda pada saat itu.

Sejarah Pimpinan Desa Rendeng:

  1. Sayyid ( menjabat selama 6 bulan),  nama sekdes     : Sujono
  2. Rasman (burik) , nama sekdes : Sulijan
  3. Kasan/ Sapuan ( tahun 1953) , nama sekdes : Sulijan
  4. Haji Sarip (dari tahun 1953- tahun 1988) , nama sekdes : Sulijan  dan Suwarno
  5. Sri Wuryati (dari tahun 1988- tahun 1998)  , nama sekdes : Ngaduriyat
  6. Haris (dari tahun 1998- tahun 2007) , nama sekdes : Ngaduriyat
  7. Imam Sugiarto (dari tahun 2007-  tahun2026) , nama sekdes : Ngaduriyat, Imam Sumarlan, Saiful Mualim

APBD 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 0,00 Rp 678.802.200,00
0%
Belanja
Rp 0,00 Rp 690.811.093,00
0%
Pembiayaan
Rp 0,00 Rp 12.008.893,00
0%

APBD 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 0,00 Rp 15.750.000,00
0%
Dana Desa
Rp 0,00 Rp 292.619.000,00
0%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 53.042.200,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 0,00 Rp 311.334.000,00
0%
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp 0,00 Rp 6.057.000,00
0%

APBD 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 0,00 Rp 403.597.093,00
0%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 0,00 Rp 210.114.000,00
0%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 0,00 Rp 66.900.000,00
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 0,00 Rp 10.200.000,00
0%

Kabar Rembang